Leyeh-leyeh di Cidahu Camping Ground

Teman Jalan Revolusi
Bulan Agustus kemarin, gue dan Arie memutuskan buat ngetrip bareng teman-teman kita. Totalnya ada 9 orang yang berangkat termasuk kita berdua, sebenernya masih ada beberapa lagi yang pengen ikut tapi gak bisa. Well, mereka ini teman jalan terspesial karena lebih dari sekedar teman jalan-jalan, tapi juga teman berbagi cerita dan pengalaman. Gue happy banget jalan bareng mereka, karena mereka emang udah terbiasa ngetrip dalam berbagai kondisi. Ditambah lagi, mereka adalah orang-orang yang menyenangkan, sehingga trip kali ini selalu diiringi gelak tawa.

Seperti judulnya, kali ini kita ngetrip ke kaki Gunung Salak, persisnya di Cidahu Camping Ground, Sukabumi. Lokasi camping kita kali ini masih masuk ke dalam kompleks Resort Kawah Ratu TNGHS (Taman Nasional Gunung Halimun Salak), berada sekitar 4,5 km di selatan Kawah Ratu Gunung Salak. Kalo kalian pernah denger Batu Tapak Camping Ground atau Javana Spa Resort, camping ground yang kita datengin ini berada di antara kedua lokasi itu. Tempat ini sebetulnya bisa dicapai menggunakan kendaraan pribadi, tapi buat kalian yang nggak pengen macet-macetan, kalian bisa ikutin cara kita.

How to get there by public transportation?
1. Dari Jakarta/Bekasi/Depok/Tangerang naik KRL ke Stasiun Bogor, 
2. Dari Stasiun Bogor jalan kaki ke Stasiun Bogor Paledang (sekitar 350m). Kalo kalian males jalan, banyak ojek yang bersedia mengantar dengan tarif Rp 5.000-10.000,
3. Dari Stasiun Bogor Paledang, tinggal naik KA Pangrango tujuan Sukabumi,
4. Turun di Stasiun Cicurug,
5. Sewa angkot sampe ke Cidahu Camping Ground. Tarif Rp 20.000/orang sekali jalan tergantung gimana nawarnya dan berapa banyak yang diangkut. Karena temen gue jago nawar, kemarin kita dikasih harga Rp 150.000 sekali jalan untuk 9 orang.



Sebetulnya ada cerita menarik sebelum piknik kali ini dimulai. Waktu itu gue dan Arie berangkat sebelum subuh dari rumah. Kita niat naik KRL paling pagi dari Bekasi buat ke Bogor. Ternyata semesta berkata lain. Ban motor Arie bocor dan kita harus memulai drama piknik kali ini dengan kartu flazz ketinggalan di rumah-dorong motor-pesen uber-nambal ban-ngebut ke stasiun Bekasi-sampe akhirnya sempet solat subuh di Stasiun Bekasi sebelum KRL berangkat.

Drama belum berakhir di situ teman-teman...


Ketika yang lain udah sampe di Stasiun Bogor Paledang dan udah ngeprint tiket termasuk tiket kita berdua, KRL yang kita naekin masih ketahan masuk Stasiun Bogor. Akhirnya gue baru sampe Stasiun Bogor jam 07.40, Padahal kereta kita berangkat jam 7.50. Artinya gue harus lari-larian ke Stasiun Bogor Paledang. Sempet ada beberapa ojek yang nawarin nganter, karena tau waktunya udah mepet banget. Tapi Arie udah lari di depan, jadi gue ngikut lari aja. Begitu sampe di Stasiun Bogor Paledang, ternyata temen-temen yang lain sengaja belum masuk kereta, pengen liat gue sama Arie lari-larian. K*mpr*t emang. Biar kaya film 5cm katanya. Hahaha.



Catatan Seputar KA. Pangrango
  • Stasiun Bogor Paledang berada di gang kecil di belakang kompleks ruko yang ada di seberang Stasiun Bogor. Cara ke Stasiun Paledang: dari Stasiun Bogor kalian harus nyebrang jembatan ke Jl. Paledang, setelah itu belok ke Jl. Sekolah, begitu ketemu rel kereta, kalian tinggal belok kanan ke gang kecil yang bersebelahan dengan rel kereta. Stasiun Bogor Paledang ada di ujung gang.
  • Kereta Bogor (BOO) - Cicurug (CCR) tergolong kereta api jarak jauh, kalian bisa beli tiket secara online jauh-jauh hari di berbagai platform yang tersedia.
  • Harganya Rp 15.000 untuk kelas ekonomi dan Rp 40.000 untuk eksekutif. 
  • Ada 3 keberangkatan dalam sehari, dari Bogor pukul 07.50, 13.10 dan 18.30 sedangkan dari Cicurug pukul 06.22, 11.32, dan 16.52.
  • Boarding pass hanya bisa di cetak di Stasiun Bogor Paledang, pastikan kalian sampe di sana lebih awal buat ngeprint tiket.
  • Perjalan BOO - CCR dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 1 jam, begitu pula sebaliknya. Awas jangan ketiduran, repot kalo kelewatan.
Di perjalanan menuju camping ground, angkot yang kita sewa sempet nggak kuat nanjak dan beberapa orang di antara kita harus turun, jalan kaki ngelewatin tanjakan curam. LOL. Kasian sih cowok-cowok buncit itu harus bersusah payah nanjak. Nggak apa-apa deh, yang penting happy ya, gengs :D

Si tukang gendong carrier

Ada pengalaman kurang menyenangkan ketika angkot kita sempet di berhentiin sama pemuda setempat. Mereka minta kita bayar tiket masuk kawasan TNGHS sebesar Rp 2.000/orang. Berhubung di situ bukan gerbang resmi, kita kasih aja Rp 15.000 buat satu angkot.

Sampe di gerbang Resort Kawah Ratu TNGHS, kita langsung daftar simaksi. Dikasih harga Rp 30.000/orang untuk tiket masuk camping dan biaya kebersihan. Agak mahal sih menurut gue, tapi yaudah lah ya. Gunung di Jawa Barat emang sekarang mahal-mahal tiket masuknya. Untungnya toilet di sini cukup memadai, walaupun gak bersih-bersih amat sih.

Enaknya di sini, camping groundnya cukup luas dan berada di antara pohon-pohon (sejenis) pinus yang tinggi-tinggi. Bentuknya yang berundak-undak bikin kawasan ini terlihat cantik banget. Rumputnya juga hijau dan rapih. Udaranya seger banget, sejuk di siang hari, dingin  di malam hari. Sedikit hal yang bisa gue keluhkan adalah tanahnya yang keras. Kebetulan kita mendirikan tenda di bagian yang tanahnya nggak tertutup rumput. Alhasil, bangun tidur badan pegel semua. Faktor usia juga kali yah. Hehehe.

Oh iya, di sini juga banyak warung dan tukang jualan. Jadi buat kalian yang males masak, kalian nggak perlu takut kelaparan. Harga yang diberikan juga masih masuk akal kok. Sebagai patokan, satu mangkok mie instan dengan telur dihargai Rp 10.000. Di warung sekitar sini juga menjual kayu bakar loh, lumayan lah buat menghatkan suasana di malam hari.

Kemarin itu, gue dan temen-temen lebih banyak leyeh-leyeh dan foto-foto aja sih. Maklum, kita cuma pengen nyari kebersamaannya aja. Tapi kalo kalian emang pengen adventure, di kawasan ini ada beberapa curug yang bisa kalian coba. Jangan lupa, ada Kawah Ratu yang cukup layak buat dikunjungi, asalkan kalian nggak keberatan buat sedikit trekking. Sisanya, kalian bisa bikin acara sendiri yang seru dan bikin akrab satu sama lain.

Buat kalian yang rindu ketinggian, kangen bobok di tenda tapi udah ngerasa jompo buat naek gunung beneran, kalian bisa coba camping di sini. Atau buat kalian yang pengen camping sama keluarga, Cidahu Camping Ground bisa banget jadi salah satu pilihan.

Foto keluarga
Orasi
Persahabatan bagai kepompong, kadang kepo kadang rempong
Mbuh lah ini maksudnya piye
Ketawain aja shay...
Anti Nyinyir Nyinyir Club



Teman Jalan edisi syariah


Leyeh-leyeh club

Comments

  1. Terima kasih kak, info nya sangat membantu.

    Oh iya kak, boleh minta kontak kakak, saya mahasiswa IPB kebetulan saya sedang penelitian disana kak, kalo boleh minta tolong bantuannya untuk mengisi data kueisor terkait kegiatan berkemah di camp sukaratu guna perkembangan pengelolaan disana kak. Terima kasih kak.
    Apabila kakak berkenan bisa di kirimkan lewat email : meidianapg@gmail.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah baru baca, maaf yah blog ini udah lama gak keurus 😁

      Delete
  2. Maaf min numpang ngasih info

    Untuk bisa berkemah di cidahu gunung salak bisa menghubungi saya

    Info : http://bumiperkemahanblok3a.blogspot.com/2018/08/about.html

    ReplyDelete
  3. Haloo, nanya dong. Ini tuh di Taman Nasionalnya bukan sih? Yang blok 3A bukan?

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di sini. Semoga membantu.

Popular posts from this blog

Review Great Outdoor Monodome 2

Bersantai Bersama Keluarga di Villa Bukit Cipendawa